
PERNYATAAN SIKAP GEMA PEMBEBASAN (GHAZA)
PERNYATAAN SIKAP GEMA PEMBEBASAN
MENGENAI PENYERANGAN YAHUDI
TERHADAP MUSLIM PALESTINA/GHAZA
Wahai kaum Muslimin…
Yahudi adalah bangsa pembohong dan pembangkang. Mereka adalah bangsa yang gemar mengkhianati dan melanggar perjanjian. Mereka juga gemar menutup-nutupi kebohongan dan memutarbalikkan kata-kata. Mereka gemar merampas hak-hak manusia secara zalim. Mereka gemar membunuh para nabi dan orang-orang shaleh. Mereka adalah bangsa yang permusuhannya paling keras dengan kaum muslimin. Sesungguhnya Allah sendiri telah memperingatkan kita akan kelakuan mereka.
”Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka mengembalikan kamu dari agamamu kepada kekafiran” (Al-Baqarah:217). Demikianlah perilaku mereka dimasa lalu, juga saat ini dan perilaku mereka dimasa-masa mendatang.
Wahai kaum Muslimin…
Masalah Palestina bukan hanya masalah bagi rakyat Palestina atau bangsa Arab saja, tetapi merupakan permasalahan seluruh umat Islam. Sebab, Palestina merupakan negeri Islam dan tempat suci Islam yang telah dirampas oleh kaum kafir Yahudi dengan bantuan dari Negara-negara imperialis kafir, baik Inggris maupun Amerika, yang difasilitasi oleh para penguasa kaum Muslim yang menjadi antek-antek mereka.
Palestina adalah negeri Islam yang merupakan bagian selatan dari negeri Syam yang telah ditaklukkan oleh kaum Muslim dengan mengorbanklan darah mereka. Karena itu, tidak boleh ada sejengkal pun tanah Palestina lepas dari pelukan kaum Muslim. Palestina adalah milik seluruh kaum Muslim!. Kaum Muslim wajib mengambilnya kembali dari tangan penjajah tersebut sekalipun mesti mengorbankan darah dan nyawa mereka.
Pengabaian terhadap bumi Palestina, walau hanya sejengkal, merupakan pengkhianatan terhadap Allah, Rasul-Nya, dan seluruh kaum Mukmin. Allah SWT telah mewajibkan kaum Muslim berjihad untuk menyelamatkan Palestina dari cengkeraman negara Yahudi, melenyapkan institusi Yahudi zionis dari Palestina, serta memusnahkan hegemoni Amerika dan negara-negara kufur lainnya dari wilayah tersebut.
Oleh karena itu kami dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan komisariat UNLAM Banjarbaru menyatakan:
-
Memprotes keras penyerangan Yahudi laknatullah ‘alaih atas muslim Palestina, menegaskan bahwa tanah Palestina adalah Tanah Islam, yakni tanah Kharajiyah (taklukan) yang kepemilikannya diserahkan pada baitul-mal kaum muslimin dan haram bagi kaum muslimin membiarkan Yahudi mengambil sejengkal pun tanah Palestina termasuk mengakui berdirinya Negara Israel.
-
Menyerukan kepada seluruh kaum muslimin termasuk elemen mahasiswa untuk memanjatka do’a bagi kemenangan Hamas dan Pejuang Palestina lainnya dalam melawan Israel, menyerukan agar menginfakan harta dan berbagai bentuk pengorbanan lainnya untuk menolong saudara kita di Palestina
-
Menyerukan kepada seluruh negeri arab-muslim khususnya Indonesia untuk mengirimkan tentara Islamnya guna memerangi Yahudi Zionis, tidak sekedar mengirim 1 juta dollar, tenaga medis, serta obat-obatan semata. Rudal Yahudi Zionis harus dilawan dengan Rudal Kaum Muslimin, kekuatan seluruh kaum Yahudi harus dilawan dengan seluruh kekuatan kaum Muslimin.
-
Menyerukan dengan hangat kepada seluruh kaum muslimin termasuk elemen mahasiswa untuk bersatu dan bersama-sama secara sungguh-sungguh menegakkan Negara Khilafah Islamiyah yang akan secara praktis membela kehormatan, kemuliaan, serta membebaskan kaum muslimin Palestina dari penjajahan Yahudi. Dengan Khilafah-lah kaum muslimin yang diperlakukan semena-mena di seluruh penjuru dunia akan dilindungi oleh khalifah yang akan mengirim tentara-tentara Islam untuk menolong mereka, Menjadikan mereka sebagai umat terbaik dan termulia sehingga mampu memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Negara inilah yang akan menerapkan hukum Allah (Syari’at Islam) secara sempurna dan menyeluruh.
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian pada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian (QS al-Anfâl [8]: 24).
Banjarbaru, Januari 2009
Ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan
Komisariat UNLAM Banjarbaru







