
Negara atau Neraka?
Negara atau
Neraka??
Negara harus bebaskan, biaya pendidikan….
Negara harus bebaskan biaya kesehatan…. Negara harus berikan, rasa
aman…/Itulah..tugas Negara….
(Iwan Fals,Negara)
Apakah kalian punya sebuah kotak di rumah?
Kalau gue punya. Bahkan sangat di sayangi,dan setiap hari gue pandangin terus.
Si-kotak punya gue yang ada di rumah gue itu udah tahunan ada di rumah gue.
Kadang gue sering bersihin kalau ada debu yang menumpuk. Kadang selalu gue servis kalo dia lagi sakit. Soalnya, rasanya sepiii banged kalau kotak gue itu ga ada di rumah, gue jadi rindu. Makannya gue selalu rawat kotak gue itu dengan sepenuh rasa sayang gue sama si kotak itu. Soalnya kotak itu selalu memberikan informasi yang berharga buat gue. Entah itu informasi baik maupun informasi buruk. Entah itu membawakan pahala, atau malahan membawakan dosa. Selain itu si-kotak punya gue ini bisa mengeluarkan gambar dan suara juga loh!. Ya! Kalian pasti tau lah,Si-kotak gue itu adalah tivi! Alias televisi. Sebagaimana elo-elo punya juga di rumah.
“Halaahh… bertele-tele banged sih lu!”
“Eh.. biarin! Suka2 gue dong! Weekk…!
Nah, kembali ke kotak alias tivi gue. Tivi gue kemarin bikin gue miris kembali. Entah sudah berapa kalinya gue merasa miris di buatnya. Kemarin tivi gue nayangin lagi berita rakyat2 yang lagi di zhalimi sama penguasanya.Pararakyat yang tidak berdaya itu di kasarin lagi oleh pemerintahnya. Di susahin lagi.
“apaan sih? Lu ngomong gak jelas banged..”
Oke-oke, kemaren gue nonton berita penggusuran rumah-rumah gembel yang yang ada di sekitar kolong jembatan di kawasan Jakarta. Jadi, di berita itu di liatin gimana para tantib suruhan pemerintah yang ngebongkar secara paksa rumah2 para fakir miskin tersebut. Habis itu dengan biadab serpihan rumah yang udah di bongkar itu, di bakar sampe hangus tanpa menghiraukan jeritan tangis para fakir tersebut.
Kalau kalian juga nonton berita itu pasti kalian ikut sedih juga. Ya, gue aja jadi gemezz banged negeliat kezhaliman tersebut. Masa pemerintah tega2nya ngebikin rakyatnya yang susah jadi tambah susah? Bukannya malahan di kasih rasa aman atau fasilitas yang memadai buat rakyatnya yang susah itu kek?!
Gue bingung.. kalau rakyat yang di gusur rumahnya itu -karena di anggap kawasan menjadi kumuh dan mengganggu pemandangan- nggak punya rumah lagi, trus mereka mau tidur ama tingal di mana dong? Kalau tidur di jalanan kan malah bikin ganggu pemandangan? Mau tidur di tiang listrik,malah kesetrum. Mau numpang tidur di rumah pejabat yang gede kayak kandang gorila, juga malah gak boleh. Jadi tinggal dimana dong?
Padahalkan orang2 itu kan udah kreatif bikin rumah sendiri. Tanpa ngerepotin pemerintah ngeluarin biaya. Lagipula cuma minjem tanah pemerintah sedikit doang..masak gak boleh? Emangnya tanah embah moee?? Kalau itu di anggap
tanah Negara, berarti tanah rakyat juga. Soalnya Negara itu ada untuk mensejahterakan rakyat, dan pemerintahan itu sebenarnya rakyat juga kan ?
Dasar memble!
Selain ngeliat di tivi,gue juga pernah liat langsung yang versi lain.Gue pernah liat pas lagi ada acara di kantor Pemko (PEmerintah KOta! Bukan PEmerintah KOrupsi..), gak sengaja jalan2 kebelakang gedung Pemko. Di situ gue ngeliat
banyak bener becak2 yang di tangkepin Satpol PP gara2 gak ada plat nomernya doang.
Terus,Gue perhatiin, ternyata kalau para Pilot Becak Yang Bersahaja Sekali (PBYBS) itu mau ngambil becaknya kembali, dia musti bayar pajak dulu. Busset dah!! Coba pikirin nih, kalau becaknya di ambil, si PBYBS itu jadi gak bisa narik. Terus kalau nggak bisa narik, si PBYBS itu kan gak dapet duit.
Terus kalau nggak dapet duit anak bini nya mau makan apaan? Mau makan jigong?!
Terus kalau gak ada duit juga, mau bayar pajak ngambil becaknya itu pake apaan?
Pake upil apah??
Kan bisa aja. Mumpung kita, rakyat Indonesia juga pemprodusi upil terbanyak di dunia. Soalnya ya, karena begitu kotornya udara di negri ini akibat segala pencemaran udara. (mulai dari industri, otomotif, maupun dari pantat kita sendiri.) ya mau gak mau gara2 pencemaran udara itulah hidung kita bekerja keras tiap harinya untuk menyaring udara, dan akhirnya menumpuklah tambang upil2 di hidung tersayang satu2nya milik kita ini. he..he.. Jadi boleh di bilang rakyat kita cuma kaya upilnya doang.Gimana pemerintah jadi gak mau di bayar pake upil???
Lagi pula gue bingung, kenapa kalau mau cari duit aja susah amat di negri ini? Mau narik becak aja harus punya plat nomor. Buat apa sih plat nomor itu? Oke.. becak perlu pakai plat nomor supaya kalau terjadi masalah, atau becak itu di curi orang bisa di cari dengan melihat plat nomornya. Tapi, kenapa gak bisa gratis sih? Lagi pula, kenapa tiap tahunnya
harus setor mulu? Emangnya pemerintah sudah kayak preman pasar aja yang tiap hari selalu nagih setoran uang keamanannya? Dan kalau gak bayar uang keamanan, bakalan di siksa? Gitu?
Gue rasa, hidup dalam negara ini serasa susyeh banged!. Mungkin bagi, rakyat miskin, pedih banged. Bagi rakyat fakir, sekarat banged!.
Pendidikan mahal, air mahal, BBM mahal, listrik mahal, apa-apa mahal. Padahal semua itu sejatinya milik rakyat. Pemerintah seharusnya gak boleh ngambil keuntungan banyak banged. Seharusnya pemerintah cuma ngurusinnya doang. Walaupun harus bayar, rakyat hanya bayar biaya distribusinya aja.
“Wah! Gak bisa dong! Nanti pemerintah tambah miskin,itu kan penghasilan negara! Lagi pula negara mana yang bisa tidak melakukannya?!”
“Eits! Ada dong! Gue pernah denger negara kayak gitu ada. Bahkan negara itu bisa bertahan 1300 tahun lamannya. Yang di dalam naungan negara tersebut, rakyat2 pada sejahtera, semuannya cerdas2 karena mendapatkan pendidikan gratis. Semua tak ada yang mati kelaparan, karena semua serba murah dan mencukupi, selain itu kesehatan juga gratis.”
“Alaah… paling negara itu cuman negara kecil kayak vatikan.”
“Siapa bilang? Negara tersebut adalah negara super power yang luas kekuasaannya mencakupi 2/3 bagian bumi yang ada penduduknya. Mulai dari selatan afrika hingga ke Cina. Mulai dari maroko hingga marauke. Yang di dalamnya mencakupi berbagai etnis dan bahasa yang berbeda. Dari ras negro, eropa, hingga melayu. Semua hidup berdampingan dalam kesejahteraan. Gak kayak sekarang, jangankan sejahtera, bayi yang baru lahir di negri ini saja sudah harus menanggung hutang negara sebesar kurang lebih 4 juta!. (Emang salah siapa ngutang2 segala, sedangkan kekayaan alam sendiri di bawa kabur oleh pihak asing..)
Dalam negara itu pula, rakyat dengan leluasa bisa melakukan ibadah secara kaffah atau menyeluruh. Karena, negara juga memakai sistem yang sesuai dengan syariat agama. Sesauai dengan sunnah-sunnah rasulullah dalam mengurusi negara. Sesuai dengan kemauan Sang Pencipta.
Tak hanya yang muslim, tetapi juga non muslim merasakan kesejahteraannya. Mereka (non muslim) juga mendapatkan perlindungan yang sama dengan yang muslim. Tak heran, dahulu ketika pasukan salib ingin menyerang negara tersebut, para rakyat non muslim malah turut membela negara tersebut.
“Masa sih?”
Ya.. negara itu sering di kenal dengan Daulah Khilafah Islamiyah. Khilafah, satu-satunya negara yang menerapkan sistem syariat islam. Yang bertahan lebih dari 13 abad lamanya, yang kemudian runtuh akibat penghianatan antek2 barat yang benci dengan islam. Khilafah merupakan negara super power, yang terkenal dan hingga kini terbentuknya kembali masih di takuti oleh barat. Sehingga barat sering melakukan propaganda bagi pejuang yang ingin mendirikan kembali negara tersebut.
Pokoknya kalau kita tidak menginginkan negara yang bisa mensejahterakan kita itu kembali tegak, dan menaungi kita kembali dengan syriat islam yang kaffah, itu sama saja Bodoh!. Karena hanya di negara seperti itu, kita seperti mendapatkan surga dunia. Bukan neraka dunia!. Lagi pula, buat apa gue dan kalian tidak yakin, sedangkan para musuh2 kita sendiri takut luar biasa akan Negara pelindung kita itu.
Negara, yang apabila berdiri kembali, maka lagu iwan fals tidak akan cocok di dendangkan di sana.he..he..
(pahlawan kesiangan)








