h1

Maju dan Menang!

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Maju dan Menang!!!

Lawan zionis, bebaskan Palestina.

Women and children alike

Murdered and massacred night after night

While the so-called leaders of countries afar

Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain

And the bombs fell down like acid rain

But through the tears and the blood and the pain

You can still hear that voice through the smoky haze

Artinya :

Perempuan dan anak-anak sama-sama

Dibunuh secara kejam baik malam dan subuh

Sementara yang disebut pemimpin negara jauh entah kemana

Hanya berdebat tentang siapa yang salah atau benar

Tetapi mereka tak punya nyali, hanya kata-kata tak berguna

Dan bom berjatuhan seperti hujan asam

Tetapi disambut dengan air mata, darah dan penderitaan

Anda masih dapat mendengar suara menembus asap pekat berkabut

(We will not go down, Song for Gaza. By.Michael Heart)

Hati gue bener-bener hancur prend! Dasar si Isreal kempret itu sudah bener-bener keterlaluan! Gimana enggak?! Yang dibantai zionis brengsek itukan sodara gue juga prend! adik, abang, dan orang tua-orang tua kita juga..

Gue inget, saat mereka tengah tersiksa disana dengan gempuran-gempuran bom, di tempat kita sendiri ini lagi hepi nikmatin pergantian taun baru. Entah itu taun baru hijriah atau masehi. Yah.. saat warga banjar sedang menikmati indahnya kembang api pada malam taun baru, sodara kita di palestina sedang pula di hujani bom-bom dari udara oleh militer zionis. Saat kita tengah asik memanggang ikan, ayam, bebek, atau kambing untuk berpesta pada malam itu, warga gaza sedang pula terpanggang oleh ledakan bom-bom. Dikala kita tengah melepas lelah dengan berbaring dikasur yang empuk karena kelelahan begadang menimati waktu peralihan tahun, banyak anak-anak Palestina yang terbaring kaku di ruang-ruang mayat.

Ironis! Dan yang lebih ironis banyak dari kita sendiri yang hanya bisa menonton ketersiksaan mereka di berbagai media, seraya mengucapkan “duh.. kasian banged..” sesudah itu lepas deh perasaan duka kita terhadap mereka. Atau yang lebih-lebih lagi ada yang mengatakan “itukan masalah dalam negri mereka.. kita jangan ikut campur..”. maka terkutuklah yang bersikap kayak gitu!

Gue jadi inget prend, saat gue dan kawan-kawan mengadakan aksi solidaritas Palestina dadakan saat sore hari tanggal 31 desember 2008 kemarin. Kita saat itu masyiroh dulu dari mesjid raya Sabilal menuju bundaran kantor pos. Di tangeh perjalanan, kita yang tereak-tereak takbir dikalahin sama bunyi irama dugem dan dangdut, yang berasal dari speaker gede di gedung Golkar dan flexy yang kita lewatin. gue yang kesel banged tambah teriak. Anjrit! Gak ngehormatin banged! Dikecilin dulu kek! Gak punya nurani sama sekali! Disaat sodara muslim kita di bantai mereka malah dugem-dugem. Udah gak sabaran benged mau maksiat!

Tapi, untungnya kawan-kawan gak mau kalah. Walau bermodalkan megaphone kecil, kita semakin keraskan suara takbir yang menggema keangkasa. Hingga melengkingnya suara kami tersebut menyebabkan beberapa ada yang akhirnya serak.. Semoga Alloh menghadiahkan pahala yang banyak atas seraknya kami tersebut..

Gue jadi bingung aja prend.. kita yang sudah tereak sampe serak gitu, kawan-kawan sukarelawan mujahid yang siap berangkat, banyaknya dana yang sudah dikumpulkan, dan gejolak-gejolak penolakan, serta kecaman terhadap agresi zionis Israel tersebut, gak diimbangi sama gentle-nya penguasa-penguasa muslim dalam bersikap.

Liat aja.. penguasa negri-negri muslim malah sibuk rapat-rapat doang. Mau ngecam Israel aja pake konferensi dulu. Bukannya itu buang-buang waktu?. Padahal di Gaza setiap detiknya nyawa para muslimin siap melayang. Di Gaza bangsa anjing israel udah membabi buta menyerang siapapun.

Masa langkah beraninya cuma bisa ngumpat-ngumpat doang! Kalau ngumpat-ngumpat doang sama aja kayak anjing yang cuma bisa mengong-gong tapi gak punya nyali untuk ngegigit. Kata kawan gue sih mereka itu lebih bencong dari pada bencong. Kalau bencong aja bisa solid batuin kawannya yang di copet, kenapa penguasa negri muslim enggak?! Malu-maluin aja..

Yang tambah bikin gue bingung nih prend, kenapa yak penguasa kita ngotot banged malah pengen berdamai aja sama Yahudi laknatullah itu? Padahal zionis kampret itu kan udah terang-terangan melakukan genosida, membantai ribuan muslim. Selama mereka terus memerangi kita, maka kita wajib pula memerangi mereka. Darah mereka halal ditumpahkan.

PBB apalagi, sangat tidak berguna. Bubarkan saja PBB kalau fungsinya tak dijalankan. Resolusi yang dihasilkan aja impoten! Lihat saja sudah lebih dari 60-an resolusi yang dihianati dan dilanggar oleh Israel, PBB tak bisa apa-apa. Bagaikan macan ompong yang hanya bisa mengeong.

Gue rasa, PBB, penguasa negri-negri muslim,OKI, apalagi Obama gak bisa diharapkan lagi. Udah saatnya kita umat mulsim bersatu. Karena bersatunya kaum muslimin lebih dahsyat dari pada nuklir sekali pun!. Udah saatnya buang rasa ego, sukuis, nasionalis, dan individualis kita. Buang jauh-jauh dan musnahkan! Saatnya ukhuwah islamiyah yang kita bangkitkan dalam setiap jiwa kita.

Umat islam itu bersaudara prend! Umat islam bagaikan satu tubuh. Saat ada bagian tubuh yang sakit, bagian tubuh yang lainya juga ikut merasakannya. Makanya, saat saudara kita di Palestina, Irak, Afganistan, Pakistan dan lain-lain tengah kesakitan, kita juga harus ikut menjerit.

Solusi Palestina hanya Jihad dan Khilafah! Sudah saatnya peluru tentara kafir kita balas dengan peluru kita. Saatnya roket-roket kaum muslimin membelas serangan roket mereka. Waktunya kita kembalikan tanah Al-quds yang dirampas oleh mereka dan kita hapuskan Negara Israel dari peta dunia untuk selamanya!

Kita harus bersatu teguh dibawah naungan Khilafah rasyidah! Dalam bingkai khilafahlah syariat islam diterapkan dan seorang pemimpin umat islam/khalifah akan dengan tegas menyerukan jihad akbar untuk mengembalikan kehormatan islam.

Tak ada lagi sodara kita yang meringis, tak adalagi adik-adik kita yang perlu diamputasi, tak ada lagi ibu-ibu kita yang terisak ditinggalkan mati keluarganya. Dan tak adalagi ketercerai beraian kita ini membuat kaum kafir tertawa lantang seraya menganggap kita kelinci percobaan senjata perang mereka..

Saatnya kawan! Saatnya! Ayo maju dan menangkan!

(pahlawankesiangan)

Tinggalkan sebuah Komentar