h1

Islam Is Not A Game!

ISLAM IS NOT A GAME!!!

Kita bingung…

Haram lagi.. kacau lagi..

Apa kau mengerti,
bahwa Islam bukanlah…

Bukan permainan…

(song by : gue kuetawa)

He..he.. gue jadi ngejiplak syair lagu orang. Tapi, gapapa gue pikir gak bakalan juga ada yang nunutut. Kecuali kalau si Gita Gutawa aja yang sama isengnya sama kalian juga ngebaca selebaran gelap butut ini. He..he..he..

Yah.. setelah lama gak terbit-terbit lagi dari tahun 2007 kemaren, akhirnya semangat romantisme hidup gue muncul kembali. Semangat rasa cinta terhadap kalian para pembaca selebaran gelap butut ini, membuat diri gue melangkahkan kembali kaki gue ke depan komputer.
Membuat jari-jari gue yang udah lama kaku megang pensil pulpen, kembali menari menjamah kibord kimputer. Membuat otak gue bekerja menciptakan untaian tulisan untuk kalian.. dan akhirnya… oh akhirnya… selebaran ini kembali bersua…

(kalo mau muntah, muntah aja dulu deh..  gue udah duluan tadi.)

Okey.. bicara tentang mainan, kalian tauk monopoli? Monopoli adalah sesuatu game yang asik. Monopoli berasal dari kata ; ‘mono’ dan ‘poli’. Mono artinya satu, kalau poli artinya banyak atau lebih dari satu. Jadi, gue kasih tauk ya.. monopoli itu mainnya satu orang aja alias sendirian, kerjaannya main poli (maksud gue voli) ditengah lapangan kayak orang ga ada kerjaan. He..he..

Bukan.. bukan..Gue cuma bercanda… Kadang kita kan juga harus memasukan selera humor dalam kehidupan masyarakat. Humor untuk mencairkan suasana yang tegang. Gak cuma ‘panas-panasan’ terus. Cuma emosi-emosi terus dalam perdebatan, akhirnya sesama muslim yang lain, saling adu jotos, adu mulut, adu domba, adu panco. Ntar,

kalau humor tidak pernah muncul, bisa-bisa humornya muncul di badan lo! Bahaya harus operasi segala nanti. Mahal! (Humor? Eh, itukan tumor.. he.he.. dari tadi ngelantur terus.)

Jadi monopoli sebenarnya adalah permainan iseng belaka. Yang dimana dalam monopoli kita bermain layaknya penguasa. Pada saat bermain kita di beri modal untuk usaha. Yang apabila kita bisa memainkannya atau benar ketika menaruh modal kita itu pada tanah atau perusahaan yang kita beli, maka kita akan sukses dalam permainan itu. Namun, apabila kita tidak lihai memainkannya, maka kita yang akan bangkrut atau sering masuk penjara atau juga jadi sering bayar denda.

Membayar dendanya, menggunakan uang mainan juga. Tapi, kalau pemain kehabisan uangnya ketika bermain dan tidak bisa membayar denda, maka pemain harus menjual kembali tanahnya yang sudah di beli kepada bank. Kalau tanah yang di miliki pemain sudah habis juga, maka pemain dinyatakan bangkrut dan kalah.

Sulit, menegangkan, atau asyik??

Ya, paling tidak kalau kalian bangkrut ga bakalan masuk penjara betulankan. Juga, kalau jadi kaya dalam permainan itu juga ga kaya raya beneran. Mau ga mau,monopoli kan juga permainan..

Kalau kalian ngelanggar aturan permainan, seperti tidak bayar pajak, gak mau nunggu giliran dadu, kalian juga gak bakalan masuk neraka beneran karena korupsi. Terus kalau kalian juga ngasih duit monopolinya ke kawan kamu yang lain, juga kalian ga bakalan masuk surga. Monopoli kan juga permainan…

Permainan kayak monopoli ga bakalan berarti dalam kehidupan kalau hanya cuma permainan. Begitu juga aturan dalam suatu game, entah game PS, monopoli, Nintendo, ular tangga, ular tanah,dll, gak akan berarti apa-apa dalam kehidupan kalau masih cuma aturan permainan belaka.

Tapi apa daya?? Kini banyak orang yang juga memperlakukan Islam sebagai permainan. Berapa banyak lelaki non
muslim yang mengucapkan syahadat hanya sekedar syarat untuk menikahi wanita muslim aja. Betapa banyak pejabat yang korupsi, padahal melanggar sumpahnya dahulu dengan Al-Qur’an, ketika awal menjabat. Bahkan banyak kini para akhwat memakai kerudung hanya sekedar gaya-gayaan atau tuntunan mode’ aja.

Dalam skala yang lebih besar, lebih luar biasa banyak lagi orang yang mengaku dirinya islam tetapi mencampakkan aturan-aturan islam yang sudah diperintahkan oleh Allah. Banyak pula orang-orang yang sudah merasa islamnya kaffah kalau sudah shalat, puasa, bayar zakat. Tetapi, tidak menerapkan syariah yang lainnya secara menyeluruh.
Apakah islam hanya sekedar rukun islam?

Dalam islam, seseorang yang mengaku Islam kehidupannya diatur sesuai :

1) hubungan antara manusia dengan Allah,
yaitu ibadah dan aqidah.

2) hubungan antara manusia dengan dirinya,
yaitu Akhlaq, Math’umah (makanan), dan Malbusat (pakaian)

3) hubungan antara manusia dengan manusia
lainnya
, yaitu Mu’amalat (perdagangan, industri, kesehatan, social,
pendidikan,dll), dan ‘Uqubat (sanksi).

Jadi salah apabila islam itu cuma rukun Islam atau sekedar mengerjakan salat aja. Kalau hanya itu, berarti seseorang
baru hanya islam dalam ‘hubungan manusia dengan Allah’. Dan belum di katakan kaffah!. Apalagi sekedar jarang-jarang aja salatnya.

Jangan sampai, gue dan kalian merasa puas setelah tau islam kita sebenarnya belum kaffah. Buat apa kalau beragama tetapi tidak sepenuhnya? Apakah kita beragama hanya sekedar mencicipi, atau mempermainkan saja? Jangan sampai Allah tersinggung..

Apakah Islam hanya sekedar permainan??

Yang ketika kita gagal memainkannya, kemudian bisa di ulang kembali? Apakah ketika kita tiba-tiba ‘game over’ kita bisa melanjutkannya ke ‘new game’?. Atau apabila kita kesulitan dalam memainkan islam kita bisa mempermudahnya dengan menggunakan game shark? Atau ada istilah ‘anak bawang’ , ‘anak cabai’ dan lain sebagainya??

Oh.. namun, islam ternyata bukanlah permainan kawan… islam adalah dien yang mengatur individu, masyarakat, bahkan negara kita secara menyeluruh. Islam yang dengan kitab Al-quran nya adalah sebuah pedoman kita anak-cucu Adam untuk mengarungi kehidupan. Islam adalah ajaran Muhammad yang serius, yang benar-benar bukanlah permainan hidup belaka. Bukanlah hanya bisa dijadikan lelucon oleh kaum kafir.Yang bisa jadi bahan karikatur kaum kafir.

Kini saatnya bangkit kawan. Kita sedang dipermalukan. Kita sedang di tindas. Namun, ironinya lagi kita sendiri sering tidak sadar, bahkan juga termasuk dalam orang-orang yang mempermainkan Islam. Mari angkat tangan kalian, dan bergerak! Saatnya berteriak dengan lantang seraya mengucapkan “agama gue bukan mainan!, agama gue islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan!!. pokoknya gue akan lebih sangat marah apabila agama gue dimainin! Dari pada adek gue di ‘permainkan’ oleh preman pasar!!!”

Dan terakhir, yang perlu di ingat oleh semua dari kita.. Islam bukanlah agama yang paling benar.. tapi, Islam
adalah satu-satunya agama yang benar!!.

(pahlawan kesiangan)

( 20:08 wita. ditulis dengan
nafas sangat memburu, supaya besok pagi bisa terbit!.
)

islam-is-not-a-game

2 komentar

  1. assalanualaikum wr wb
    mudah-mudahan tulisan kamu bisa menggerakkan hati kawan2 yang sebenarnya udah menyadari klo islam udah dimainin sama umat islam sendiri.amieen… susah sih karena itu sudah membudaya. n klo udah membudaya susah ilangnya. bener ga sih…


  2. wah bagus bener nih emang saatnya kitak berteriak lantang islam bukan mainan islam satusatunya dien yang benar, oke teruskan kawan jari – jarimu menari diatas keyboard computer dengan nada dan semangat mari lantangkan islam agar terwujud benar bahwa Allah itu ada ooke yes………..yes



Tinggalkan sebuah Komentar