
3 Maret 1924
3 Maret 1924
Sadar gak sih kalau kita baru saja melewati tanggal 3 Maret?!
Loh emangnya adaapa sih dengan 3 maret? Apakah itu tanggal lahir gue? Yahh! yang pasti tanggal 3 Maret bukanlah saat-saat Dukun cilik Ponari di sambar petir..
Tanggal 3 Maret adalah tanggal runtuhnya keKhilafaahan turki utsmani. Yang resmi di bubarkan oleh sang penghianat Mustafa Kemal Attaturk Laknatullah ‘alaih. Attaturk mengusir khalifah terakhir Abdul Madjid II dan merubah Kekhilafahan menjadi negara Turki yang sekular. Dari situlah akhirnya negri-negri muslim menjadi tersekat-sekat tidak bersatu lagi. Lebih tepatnya lagi, dari tanggal 3 Maret 1924 sampei sekarang, sudah 85 tahun umat islam hidup tanpa naungan khilafah.
Kenapa peristiwa 3 Maret 1924 kurang populer di telinga kita? Kenapa malah tanggal 14 februari (valentine), 1 april (April Mop), 25 Desember (Natal) yang notabene lebih lama tercipta (dibandingkan tahun 1924,red), dan merupakan tanggalan ritual khas kaum kafir lebih kita kenal? Kenapa tanggal itu sangat ‘terpendam’ dan jarang di ketahui?
Tak lain karena momen yang terjadi saat itu merupakan hal yang sangat penting bagi setiap muslim. Pada tanggal itulah puncak konspirasi seluruh kaum kafir untuk menghancurkan keKhilafahan Islam tercapai. Dan mulai saat itulah umat islam tak ada lagi dipimpin oleh seorang khalifah. Hidup seluruh umat muslim terjerumus dalam lembah sekularisme. Syariah dicampakkan, sosial-pergaulan, muamalah, uqubat, politik dan sistem pemerintahan tak lagi berujuk pada Alquran dan As sunnah.
Makanya adanya 3 Maret 1924 ini begitu dipendam oleh sejarahwan kaum kafir agar umat islam tidak mengetahuinya sama sekali. Dan tidak berupaya membangkitkan kekhilafahan islam kembali. Kaum kafir tahu betul apabila daulah Khilafah bangkit kembali, maka penjajahan mereka di negri-negri muslim pasti akan terlenyapkan.
Dan hasilnya, tanpa Khilafah sekarang umat islam yang paling bodoh, umat islam dituduh teroris, umat islam yang sakit-sakitan, dengan mudahnya saudara-saudara kita di Palestina, Afganistan, Uzbekhistan, Irak, pakistan, dan sebagainya di bantai oleh kaum kafir dan kita tidak bisa melawan. Dengan gampangnya negri-negri muslim di bodohi, diatur, bagaikan sapi yang di tarik hidungnya, mudah sekali di intervensi negara-negara barat. Seolah-olah umat islam tak punya jadi diri yang sebenarnya.
Dan sekali lagi, sejak tanggal 3 maret 1924 itulah kita menjadi semakin terpuruk begini. Ikatan ukhwah terpendam dan digantikan oleh rasa sukuisme, nasionalisme, patriotisme yang membuat sesama islam saling berperang bukan bersatu. Ekonomi kapitalisme yang menyebabkan berbagai krisis dan menyengsarakan lebih populer, dibandingkan ekonomi berbasis syariah yang terbukti berabad-abad mensejahterakan. Begitu juga peradilan yang menerapkan hukum buatan manusia dan meninggalkan sistem uqubat syariah yang memberikan keadilan nyata.
Gaya hidup masyarakatpun lebih liberal, individualis, melegalkan freesex. Sangat mencolok bertolak belakang dibandingkan pola hidup islami yang memuliakan kehormatan. Dan akhirnya inilah kehidupan manusia setelah 3 Maret 1924… brutal dan serampangan!
Italah fakta sobat! Apakah kita hanya diam membisu seraya pasrah begitu saja dengan keadaan ini. Seharusnya pada 3 Maret ini menjadi pemicu yang menyadarkan kita agar bergerak bahwa syariat islam itu memang harus dan wajib diterapkan. Diterapkan pada tegaknya naungan Daulah Khilafah. Tidak bisa tidak. Karena semakin menunda, maka hidup umat islam semakin terpuruk.
Analoginya begini, kalau kita punya HP mereknya OFTA, dan tiba-tiba HP OFTA tersebut rusak. Apakah untuk memperbaikinya kita akan membawanya ke tukang tambal? Atau membawanya ke tampat servis HP merk nokia? Tentu saja tukang tambal dan counter HP nokia akan kesulitan memperbaikinya., Karena yang seharusnya kita lakukan adalah membawanya ke tempat servis HP OFTA sendiri. Karena OFTA lah yang menciptakan HP OFTA, pabrik HP OFTA yang lebih mengerti apa yang seharusnya dilakukan pada produk ciptaanya..
Begitu juga kita, manusia jelas-jelas adalah ciptaan Allah. Namun, kenapa ketika hidup di dunia kita malah menyimpang dari aturan-Nya? Dalam menjalankan kehidupanpun kita nekad dan sembarangan menyimpang dari perintah-perintahnya. Akhirnya kita menjadi rusak dan berantakkan seperti sekarang.
Sudah saatnya kita kembali pada syariatnya. Dan tinggalkan jauh aturan hidup buatan manusia! Terapkan secara kaffah syariat islam di muka bumi!
Namun, kalau syariat terbukti tak bisa diterapkan tanpa dalam naungan Daulah Khilafah, ya kita juga mesti menegakkan Khilafah!
Oke sobat! Sudah cukup 85 tahun kita menderita terlunta-lunta, apakah kita hanya bisa ter-nganga?!!!
(Kopral samuderA)








Sayang kaum muslimin masih banyak yang tidur meskipun sudah terlihat geliat dari beberapa aktivis.
Semoga khilafah tidak lama lagi segera memimpin dunia
Allahuakbar!